Tulisan Terbaru

Translate

Hosting Refferal

Sabtu, 17 Januari 2009

Menuju Akreditasi Jurnal

Download Materi Disini Peningkatan kualitas penulisan baik bersumber dari pemikiran maupun penelitian, nampak memang banyak hal yang harus diperhatikan. Penamaan Berkala, Kelembagaan Penerbit dan Penyuntingan merupakan bagian inti dari penilaian suatu jurnal dapat terkareditasi. Bobot penilaian dari masing-masing bagian juga tidak seluruhnya sama, tapi pada masing-masing tingkatan memiliki bobot nilai yang berbeda. Hal yang sangat perlu diperhatikan dalam menghindari kegagalan akreditasi adalah Selalui memperhatikan kriteria eligibilitas berkala, mencermati butir-butir instrumen akreditasi yang bisa dikendalikan oleh pengelola jurnal dan membangun kerja sama yang baik dengan para penulis agar naskahnya bermutu, demikian pengantar awal dari workshop sehari tentang Menuju Kualitas Jurnal Terakreditasi yang dipandu oleh Prof. Dr. Suminar S. Achmadi.
Workshop yang diadakan di Kampus STAIN Jurai Siwo Metro ini atas prakarsa Prof. Dr. Syaripudin, M.Ag., selaku Ketua STAIN Jurai Siwo Metro, yang kemudian diamini oleh Pembantu Ketua I Drs. Zuhairi M.Pd., diikuti oleh seluruh pengelola jurnal kampus, dosen, para Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, Kepala Unit. Seperti diketahui, bahwa tujuan dari akreditasi itu sendiri adalah untuk meningkatkan kualitas berkala ilmiah sehingga dapat meningkatkan komunikasi ilmiah antara peneliti dan masyarakat pengguna untuk mencapai sasaran bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pembangunan di Indonesia. Masing-masing instrument memiliki bobot berbeda, bahkan pada variable, indicator dan skornya. Pada Penamaan Berkala skor tertinggi adalah 5, begitupula dengan instrument kelembagaan penerbit, memiliki skor 5. sedangkan pada intrumen penyntingan skor tertinggi adalah 21. Lebih jauh, Prof Suminar menjelaskan, tidak sedikit jurnal yang akan diakreditasi banyak gugur dalam penilaian instrument penilaian, karena beberapa variable tertentu yang mungkin tidak diketahui oleh pengelola jurnal. Drs. A. Jamil, selaku Kepala Unit P3M sekaligus pengelola Jurnal AKADEMIKA dan TAPIS, mengatakan bahwa keinginan untuk meningkatkan kualitas jurnal hingga terakreditasi di lingkungan STAIN Jurai Siwo Metro, merupakan upaya baru yang patut didukung oleh semua pihak. Akan tetapi, menurutnya lagi, perlu ada pengorbanan besar tidak hanya menyangkut materi tetapi juga sinergisitas dalam mengusung salah satu bahkan kalau bias semua jurnal yang sudah diterbitkan dapat diakreditasi. Dalam Buku Pedoman Penerbitan Jurnal Ilmiah Perguruan Tinggi Islam menjelaskan bahwa untuk penerbitan ; berkala ilmiah diperlukan beberapa ketentuan yang harus dipenuhi: 1. Semua terbitan berkala harus mempunyai ukuran yang sama dan tetap setiap kali terbit, 2. Keseragaman tipografi harus dipertahankan dari artikel ke artikel dalam satu terbitan yang sama, 3. Apabila dalam satu terbitan berkala digabung dan jika tidak ada judul yang dapat digunakan harus dinyatakan sebagai terbitan berkala baru. Apabila suatu terbitan berkala dipecah menjadi dua terbitan atau lebih judul asli terbitan tidak dipertahankan, penomoran terbitan berkala baru harus dimulai dari volume dan 4. Semua perubahan pada nomor 3 dan 4 diatas , begitu juga dengan perubahan judul atau frekwensi harus disebutkan dengan jelas dalam beberapa terbitan sebelumnya, mendahului perubahan yang akan dibuat Disamping ada dua elemen dalam terbitan berkala, yaitu elemen utama dengan elemen tambahan. Elemen utama mencakup halaman sampul, halaman judul, dafta isi dan halaman teks. Adapun elemen tambahan terdiri atas lembar abstrak, halaman indeks, dan daftar isi kumulatif Penilaian terhadap bobot jurnal Karya ilmiah, didasarkan pada beberapa kriteria dan pembobotan komponen-komponen dengan skor tertinggi masing-masing, yaitu : Nama berskala skor tetinggi(5), Kelembagaan penerbit (5), Penyunting (30), Kemantapan penampilan (10), Gaya penulisan (10), Substansi (25), Keberkalaan (12), dan Kewajiban pasca terbit (3). Dari kreteria tersebut, bobot yang paling tinggi mendapatkan skernya adalah pada criteria Penyunting (30) dan Substansi (25). Dua criteria itulah yang sangat dominant, disamping criteria lainnya untuk menentukan sebuah jurnal ilmiah dapat memenuhi kwalifikasi sebagai jurnal yang berkwalitas dan mendapat akreditasi dari Komosi Pengembangan Penerbitan Ilmiah

0 komentar:

Poskan Komentar