Tulisan Terbaru

Translate

Hosting Refferal

Selasa, 31 Maret 2009

Akan kah Korupsi Berakhir….???!!!

Salah satu agenda pembangunan nasional adalah menciptakan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Agenda tersebut merupakan upaya untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik, antara lain keterbukaan, akuntabilitas efektivitas dan efisiensi, menjunjung tinggi supremasi hokum dan membuka partisipasi masyarakat yang dapa menjamin kelancaran, keserasian dan keterpaduan tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan. Untuk itu diperlukan langkah-langkah kebijakan yang terarah pada perubahan kelembagaan dan system ketatalaksanaan, kualitas sumber daya manusia aparatur dan system pengawasan dan pemeriksaan yang efektif. Peran penyelenggara Negara di dalam menwujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN sangat dominant dan jika peran tersebut justru dijadikan ajang untuk melakukan KKN, maka jelas akan terjadi erosi kepercayaan terhadap pemerintah. Demikian sorotan Jampidsus Dr. Marwan Effendi, SH selaku keynote speak pada acara pengukuhan Pengurus Jaringan Pengurus Korupsi (JPK) Lampung. Acara ini juga menghadirkan pengacara kondang Hendry Yososodiningrat, dan Ketua STAIN Jurai Siwo Metro Prof. Dr. Syaripudin, M.Ag. Acara yang diadakan di Gedung Serba Guna STAIN Jurai Siwo Metro, dihadiri oleh banyak kalangan baik professional di bidang hokum, instansi pemerintah, Kejaksaan, Akademisi, Mahasiswa dan Pelajar se-Kota Metro serta masyarakat umum lainnya. Marwan dalam sambutannya bahkan sempat berkelakar bahwa Hendry selaku advokat professional sudah seyogyanya mendapatkan gelar kehormatan sebagai seorang professor. Sebaliknya menimpali kelakar Jampidsus, Hendry juga menyindir bahwa Dr. Marwan Effendy tidak pantas menjadi Jampidsus tetapi sebagai Jaksa Agung. Hendry dalam orasinya menyampaikan bahwa penegakan hokum khususnya dalam masalah penanganan korupsi harus dimulai dari lingkaran kekuasaan, karena kekuasaan cenderung membuat seseorang menjadi korup. Pelaku korupsi di level bawah hanya merupakan bias dari lingkaran setan yang sudah menggurita. Sementara itu, Dr. Syaripudin selaku Ketua STAIN Jurai Siwo Metro yang juga salam satu penasehat JPK ini menegaskan bahwa korupsi di masyarakat Indonesia sudah bukan lagi sesuatu yang tabu tetapi menjadi budaya dan penyakit social yang akut. Untuk membuat suasana yang bebas KKN, maka tidak lain harus dimulai dari diri sendiri. Syaripudin bahkan beranimenjamin, bahwa kampus STAIN Metro merupakan kampus yang terbebas dari KKN

0 komentar:

Poskan Komentar